Berita

Membaca ESSA Oleh Zulfan Heri

GOLKAR DUMAI – Terjawab sudah. Ada empat pasangan calon walikota dan wakil walikota Dumai yang resmi maju (baca : KPU, 4-6/9/2020). Diantaranya, pasangan calon Eko Suharjo-Syarifah yang diusung oleh Partai Demokrat, Golkar dan Hanura. Berikutnya pasangan calon Hendri Sandra-Rizal Akbar, yang diusung oleh PDIP-Gerindra. Selanjutnya pasangan calon Paizal-Amris, yang diusung oleh NasDem-PPP. Terakhir, pasangan calon Edi Seven-Zainal Abidin yang diusung oleh PKS-PAN.

Setiap pasangan calon, dalam “pesta demokrasi” kali ini memiliki strategi jitu guna menerapkan konsep memenangkan pertarungan politik pilkada Kota Dumai. Ada adigium, —apapun cara, harus ditempuh, asal bisa menang—. Seru dan pasti ramai. Pilkada, selain adu strategi, sudah barang tentu menjadi ajang adu konsep, adu atribut, adu janji dan adu program calon. Keempat paslon yang ada, pasti menyiapkan amunisi strategi yang tak kalah saing satu sama lain, demi merebut kemenangan.

Esai ini lebih fokus soal politik perjuangan ESSA. Pasangan ESSA (Eko Suharjo-Syarifah), adalah kombinasi unsur laki-laki dan perempuan. Pasangan yang mengandeng tokoh perempuan menjadi calon wakil walikota satu-satunya di Kota Dumai, adalah pasangan ESSA. Syarifah adalah kader Partai Golkar. Sebelum maju sebagai calon wakil walikota mendampingi Eko, Syarifah adalah anggota DPRD Kota Dumai 2019-2024. Demi pengabdiannya di Kota Dumai, Syarifah lebih memilih mundur dari anggota dewan, untuk merebut jabatan strategis di eksekutif.

Pasangan ESSA, termasuk pasangan yang sedang dihitung pihak pesaing atau lawan. Titik lemah pasangan ini pun sedang diintai dan dicari-cari. Maklum, di dalam dunia politik kekuasaan, ragam cara tentu dilakukan untuk menakluk lawan. Santai saja kawan !. Pasangan ESSA, selain faktor Eko yang masih menjabat sebagai wakil walikota, Eko juga dikenal sebagai ketua Partai Demokrat Dumai. Partai berlambang mercy ini adalah partai pemenang pemilu legislatif di Kota Dumai. Ketua DPRD Dumai dipimpin oleh kader Demokrat. Eko memiliki basis politik kuat, khusus pemilih etnis Jawa sebagai pendukung utama. Demikian pula pemilih etnis Melayu dan lainnya, kuat memberi dukungan ke pasangan ESSA. Sebagai putra asli Dumai, Eko yakin dan mampu memenangkan perhelatan politik di kampung halamannya ini. Faktor ayahnya —pak parto—, tidak bisa diabaikan dalam menggerakkan kerja-kerja politik di lapangan. Jaringan sosial yang dimiliki sang ayah turut dominan memperkokoh kemenangan ESSA.

Pasangan ESSA, selain di dukung kuat oleh tim pemenangan koalisi partai, juga diperkuat oleh jejaring politik relawan. Jejaring ini sedang bekerja mensosialisasi dan menggalang dukungan untuk pasangan ESSA. Syarifah pun memiliki jejaring politik yang khusus menghimpun emak-emak, yang diwadahi dalam kekuatan jaringan “Srikandi Syarifah”. Kesemua itu, bermuara untuk pemenangan ESSA.

Semoga, pasangan ESSA di pilkada Kota Dumai mampu menaklukkan pesaingnya yang juga memiliki strategi mumpuni, yang tak kalah hebat dan handal dalam perebutan jabatan eksekutif di Kota Dumai. Semoga.*

Penulis, H. Zulfan Heri, S.IP, M.Si
Direktur Eksekutif ISDP dan Ketua BAPPILU Partai Golkar Riau.

Related posts

Meski Tanpa Eko Suharjo, Syarifah Tetap Tampil “Luo Biaso”

SEKRETARIAT GOLKAR DUMAI

DPD II PARTAI GOLKAR KOTA DUMAI GELAR ACARA WIRID BULANAN DAN KEGIATAN JUMAT BERKAH

SEKRETARIAT GOLKAR DUMAI

BADAN SAKSI NASIONAL PARTAI GOLKAR KOTA DUMAI GELAR TRAINING OF TRAINER

SEKRETARIAT GOLKAR DUMAI

Leave a Comment